Oleh:
Muhammad Bahrudin
Ilmu
Perpustakaan dan Informasi, UI
Perkembangan
teknologi kian pesat. Akses terhadap berbagai portal dunia informasi di seluruh
dunia semakin mudah dan murah. Sedikit banyak hal ini berdampak dengan mulai
ditinggalkannya perpustakaan, apalagi jika perpustakaan yang masih begitu
konvensional. Tidak hanya itu, jurusan ilmu perpustakaan pun masih dipandang
sebelah mata dan didengar sebelah telinga.
Padahal,
seiring perkembangan zaman pula, ilmu perpustakaan telah bermetamorfosa menjadi
ilmu informasi. Dengan kata lain, tak melulu hanya menjadi pustakawan. Saat ini
sebagian besar kondisi perpustakaan di lapangan yang terkesan suram dan kuno
memang cukup memengaruhi calon mahasiswa tentang ilmunya.
Saya sendiri
masuk jurusan ilmu perpustakaan karena pada awalnya terjebak, jika boleh
dikatakan demikian. Sebelumnya saya tidak mengenal jurusan ini sama sekali.
Saya tahu dan mulai memahami hakikat ilmu perpustakaan justru setelah saya
masuk di jurusan tersebut, bahwa peluang di depan saya begitu luas. Saya tidak
ingin hal itu terjadi dengan calon-calon mahasiswa sekarang ini. Saya ingin
mereka lebih tahu tentang ilmu ini sehingga tidak akan galau lagi ketika masuk
dalam jurusan ini. Saya ingin mereka lebih mengenal jurusan ini lebih awal
sehingga bisa lebih merasa puas ketika masuk ke dalamnya.
Tidak bisa
dipungkiri, tren perpustakaan akan semakin mengarah ke arah hibrid. Maksudnya,
menggabungkan perpustakaan konvensional dan digital. Tren ini pula berpengaruh
terhadap ilmu perpustakaan (library science) di dunia.
Perkembangan
teknologi memang membuat seseorang mendapatkan informasi dengan lebih cepat dan
sumber tidak terbatas. Hal ini pun menjadi tantangan tersendiri bagi mereka
yang menggeluti bidang perpustakan dan informasi. Tren hibrid di perpustakaan
ini adalah salah satu jawaban atas tantangan itu. Perpustakaan berusaha untuk
menyediakan informasi yang lengkap, cepat dan mudah bagi para pengunjungnya.
Fenomena ini
menjadi peluang bagi ilmu perpustakaan semakin menancapkan taringnya di dunia
ilmu yang semakin spesifik dewasa ini. Imbas perkembangan teknologi ini juga
terasa pada pendidikan ilmu perpustakaan. Saat ini, ilmu perpustakaan telah
berkembang ke arah pemanfaatan teknologi informasi dalam berbagai bidang
kehidupan. Akibatnya, di berbagai kampus dunia, ilmu perpustakaan pun berganti
nama menjadi ilmu perpustakaan dan informasi (library and information
science).
Sesuai
dengan namanya, pada bidang kajian ini kita tidak hanya mempelajari bagaimana
mengelola perpustakaan dan menjadi pustakawan yang baik. Kita juga akan belajar
tentang manajemen informasi, kearsipan, baik itu yang tercetak maupun yang
terekam secara digital.
Saya ingin
meyakinkan, bahwa lulusan jurusan ilmu perpustakan dan informasi tidak melulu
menjadi pustakawan. Banyak peluang untuk berkerja dalam berbagai sektor
informasi seperti; analis informasi, arsiparis, pengelola museum (kurator), dan
manajer dokumentasi (record manager).
Lebih lanjut
lagi, silakan membaca buku Kelly Wranken yang berjudul The Information
Brokers: How to Start and Operate Your Own Fee-Based Service (1981). Dalam
buku tersebut dijelaskan lagi tentang 49 jenis keterampilan yang terkait dengan
disiplin ilmu perpustakaan untuk bisa dibisniskan di luar gedung perpustakaan.
Apalagi dengan kehadiran internet, tentu angka itu kian jauh bertambah. Peluang
semakin terbuka lebar bagi siapa saja yang mau memanfaatkannya.
Adaptasi
dari artikel:
Nurfadiah,
R. N. (2012). Ilmu Perpustakaan Tak Hanya Mencetak Pustakawan. Dari
http://kampus.okezone.com
Sumber: blog ini

Komentar
Posting Komentar