Langsung ke konten utama

Kunjungan ke Perpustakaan Museum SonoBudoyo Yogyakarta


     Halo... pembaca :D (gak ada yang baca) kemarin Rabu, 2 Desember 2015 saya, Ai, dan mbak Dicka main-main ke Museum Sono Budoyo di Yogyakarta. Kami berniat pergi ke perpustakaan khususnya untuk mengetahui koleksi-koleksi yang ada di sana. Tbh, ini pertama kalinya saya kesana. Sebenarnya saya belum tahu di mana letak persisnya haha. Dan sebenarnya juga saya cuma ngikut Ai sama mbak Dicka aja karena emang gak tau mau ke perpustakaan khusus mana lagi. Gak tau di sini maksudnya bukan gak tau di mana aja perpustakaan khusus di Yogyakarta ini. Gak taunya itu gak-tau-mau-pergi-sama-siapa. Hahaha. Soalnya teman yang lain sudah ada rencana sendiri-sendiri. Mau ikut nebeng tapi udah full (dan gak mau merusak rencana mereka haha) #apasih. Sebenernya (lagi) saya udah menghancurkan rencana Ai sama mbak Dicka sih, karena awalnya mereka mau berdua aja perginya (cie kencan :P). Jadinya mereka gak boncengan. Yang naik motor cuma mbak Dicka. Saya sama Ai naik transjogja.

    Untuk sampai ke museum SonoBudoyo waktu itu perlu perjuangan, karena ternyata harus jalan kaki dari halte transjogja Malioboro 2 sampai museumnya. Awalnya pengennya turun di halte Vredeburg biar gak kejauhan jalannya. Ternyata... haltenya ditutup. Ada perbaikan jalan. Ya akhirnya saya sama Ai jalan dibawah sengatan sinar matahari haha. Dan berkali-kali kami bilang duh dedek kepanasan kok jauh ya (ini bohong) wkwk. Dan singkat cerita kami sampai di lokasi YEY :D

sumber foto: website museum sonobudoyo

               
      Di sana mbak Dicka udah nunggu saya dan Ai. Dan langsung cus kami masuk ke dalam. (btw makasih mbak Dicka udah bayarin tiket masuknya :D) lokasi perpustakaannya terpisah dengan museum. Ada berada di agak dalam dan terletak di lantai tiga.


     Waktu kami datang perpustakaan ternyata sepi. Kalau yang di lantai bawah kayaknya ada bapak-bapak sama ibu-ibu lagi rapat. Di lantai dua juga sepertinya gak ada orang (mungkin ada, penjaganya..). Di lantai tiga kami masuk dan disambut oleh Pak dan Bu penjaga. Lalu kami mengisi buku daftar hadir. Sebelum melihat-lihat koleksi, Bu penjaga bilang ke kami kalau koleksi tidak boleh ditarik. Dan seketika wajah kami kebingungan. Lho, kalo gak boleh ditarik gak bisa baca dan tau isinya apa, dong? Kira-kira wajah kebingungan kami berkata begitu (tapi pada akhirnya pas menelusuri rak-raknya mbak Dicka bilang kayak gitu haha)

sumber foto: website museum sonobudoyo


                ...
Perpustakaan tersebut berisi majalah, koran, buku, laporan, dan berbagai naskah lain. Naskah Manuskrip seperti Babad Tanah Jawa, Babad Diponegoro, juga tersedia di perpustakaan tersebut. Bahkan beberapa naskah dalam bentuk daun lontar.
Naskah cetak maupun manuskrip dalam perpustakaan tidak bisa dipinjamkan atau dibawa pulang. Naskah hanya bisa dibaca ditempat dan digunakan sebagai mana mestinya. Untuk naskah manuskrip sudah didigitalisasi sehingga tidak perlu meminjam fisik buku. Di lantai 2 ruang perpus sudah disediakan bentuk digital dari masing-masing naskah manuskrip yang ditampilkan dalam komputer, sehingga mempermudah pencarian dan pembacaan naskah.
Kamera dan alat elektronik yang bisa untuk memindai diharap tidak digunakan. Karena perpus akan menyediakan fasilitas tersebut. Sedangkan jika ingin mendapatkan kopi naskah bisa menghubungi petugas.

Karena akses yang terbatas, untuk masuk ke perpustakaan harus dengan cara ijin dan memberikan informasi diri dan keperluan di pos satpam depan. Berikan informasi sebenar-benarnya dan jelaskan keperluan atau kepentingan datang ke perpustakaan. Jika anda belum pernah datang atau belum pernah mengetahui, bisa menanyakan pada satpam yang  akan siap  membantu. (deskripsi diambil dari: http://www.sonobudoyo.com/id/web/Fasilitas/Layanan-Manuskrip-dan-Perpustakaan )





Maaf mengcopy deskripsi dari websitenya hehehe karena saya bingung gimana mau mendiskripsikannya. Kalau dari hasil explore saya sih, kebanyakan koleksi yang di lantai tiga ini kebanyakan adalah koleksi berbahasa Belanda. Ada juga bahasa Jawa (dan aksara Jawa). Koleksi-koleksi lama itu kebanyakan dari tahun 1980-an. Ada koleksi  kamus  bahasa juga.  Buku-buku yang baru hanya beberapa buah saja. Sebenernya saya penasaran apa isi dari buku-buku (koleksi lama) itu. Tapi karena gak boleh ditarik ya... terpaksa cuma lihat-lihat aja hahaha (miris)

sumber foto: website museum sonobudoyo

Setelah melihat-lihat, kami pun memutuskan untuk pulang. Tapi sebelum pulang kami bertanya kepada penjaga perpustakaannya (penanya sebenarnya adalah mbak Dicka, saya cuma mendengarkan aja).

Koleksi di sini isinya apa aja Bu? Maksudnya tentang apa aja?  ya.. ada sejarah dan lain-lain (O.o)
Kalau sistem klasifikasinya bagaimana? Klasifikasinya? Ya.. dari sananya emang udah begitu penyusunan bukunya. Pake klasifikasi dari sana. (saya gak mengerti apa maksudnya)
Kenapa koleksinya gak boleh ditarik ataupun dibaca? Masa iya Bu cuma dipajang begitu aja? sebenernya boleh ditarik, boleh dibaca. Emang kalian mau baca? Emang ngerti artinya? #JLEB
Ya.. kalau baca sih bisa isnha allah, kalau arti emang gak ngerti karena pakai bahasa Belanda. Tapi setidaknya kan kami tahu isinya, rupanya itu kayak gimana..





(NB: kalimatnya sebenernya gak persis kayak gitu. Tapi intinya kira-kira seperti itu)



Akhirnya setelah bertanya-tanya kami memutuskan untuk turun. Tak lupa berterima kasih kepada Pak dan Bu penjaga karena sudah mengijinkan kami berkeliling melihat-lihat koleksinya #deepbow



 dokumentasi: (sebenernya masih banyak lagi)

tampilan rak-rak :D


.


.


tampilan koleksi:
.

.

.

.
ada skirpsi kakak angkatan

.

.
kartu katalog jangan dicabut!

.
 

peek peek peek xD

sampai ketemu di postingan selanjutnya. terima kasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca :D

Komentar

  1. Akhirnya ada yang nge-pos juga wkwkwk mmmm bagian waktu nanya-nanya itu hmmmm lucu ya? wkwkwkwk

    BalasHapus
  2. ayo ditunggu postingan kamu sama mbak dicka :D
    hahahaha padahal aku gak ngelucu lho :D

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dosen Ilmu Perpustakaan dan Informasi UIN Sunan Kalijaga menjadi Pembicara Tamu di Collnet 2015 di Delhi, India

Delhi- Salah satu aspek yang diukur dalam World Class University adalah seberapa banyak tulisan para akademisi dan peneliti di sebuah kampus dikenal, diindeks dan dikutip dalam tulisan-tulisan bertaraf international. Collnet Meeting ke-16 menggelar 11 th International Conference on Webometrics, Informetrics and Scientometrics (WIS) di Institute of Economic Growth – University of Delhi, India. Para akademisi, pustakawan dan peneliti dari 26 negara (diantaranya Amerika Serikat, Jerman, Polandia, Rusia, Perancis, Iran, Indonesia, Australia, Srilangka, Jepang, Firlandia, Belanda, Kanada, Korea Selatan dan India) hadir mendiskusikan persoalan-persoalan yang berkaitan dengan perkembangan di bidang Webometrics, Informetrics, Scientometrics dan Sosial Media. Labibah Zain, Dosen Ilmu Perpustakaan dan Informasi Fakultas adab dan Ilmu Budaya UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menjadi pembicara tamu dalam acara tersebut. Dalam presentasinya yang dimoderato...

Problem

Day 1 : lazy, bored Day 2 : easy to be offended Day 3 : none Day 4 : didn't know what happen Day 5 : happy Day 6 : flat Day 7 : happy Day 8 : made mistakes Day 9 : worked hard Day 10 : happy Day 11 : happy Day 12 : was embrassing Day 13 : none Day 14 : flat Day 15 : happy Day 16 : asdfghjkl Qweertotjdbshsu I think there are some problems in myself I'm not good . mentally