Langsung ke konten utama

tidak tahu

Tidak tahu kenapa kalo lagi diam dan gak ngapa-ngapain tiba-tiba jadi sedih karena kepikiran barang milik saya yang sekarang gak ada di tangan saya

1. Tempat makan/bekal
dipinjem sama temennya temen karena dulu buat bawa nasi. Terus pas saya tanyakan dimana (soalnya mau saya gunakan) bilangnya udah dikembalikan, tapi saya merasa tidak pernah menerima tempat makan itu secara langsung.
sedih lah. bukan tupperware sih, tapi itu kualitasnya cukup bagus
berlebihan sih, cuma kayak gini aja sedih
emang udah diganti, tapi beda sama yang hilanggggggggggg
sedih pokoknya kalo tiba-tiba keingat kayak sekarang

2. Guling
jadi sudah hampir 4bulan saya tidur dengan 1 bantal doang. padahal tidur enaknya pake guling
kemana guling saya?
iya gulingnya dipinjam
ceritanya dulu ada mbak kos kamar sebelah mau wisuda, lalu orang tuanya datang dan menginap di kos. dikarenakan perkakas tidur gak cukup dipinjamlah kasur lipat saya (yg waktu itu saya bungkus bersama guling) dan digunakan sampai orang tua mbaknya itu pulang. kasur lipat kembali, tapi guling tidak
mbaknya pernah bilang sih mau mengembalikan bahkan mau dicuci juga, tapi sampai sekarang gak balik tuh
kenapa gak ditagih? ya saya percaya aja semoga mbaknya sadar untuk mengembalikan guling itu
tunggu aja sampai kapan

3. Pensil dan penghapus
Spele, kenapa dipermasalahkan?
ini karena saya hanya punya sebiji pensil dan sebiji penghapus
pernah beli dulu sih pensil 2b tapi lupa nyimpan dimana. pathetic
jadi, mbak kos kamar sebelah (yang satunya) mau tes seleksi cpns
dipinjamlah pensil dan penghapus untuk digunakan belajar sampai hari h ujiannya
lalu setelah selesai ujian, pensil dan penghapusnya gak dikembalikan
saya beg# juga kenapa gak nagih
jadi pensil dan penghapus itu sampai sekarang raib
saya butuh buat gambar dan hal-hal lain padahal
kenapa gak beli? karena saya yakin keduanya akan dikembalikan
sampai pada suatu hari
saya lihat pensil saya terlantar di tempat cucian piring
heran kenapa bisa sampai sana
ternyata saya menemukan plastik berisi file formulir ujian milik mbak yang pinjam guling yang ternyata ikut tes seleksi cpns juga
ya saya cek pensilnya, sudah basah
tapi saya gak ambil pensil itu sampai yang meminjam mengembalikan dengan tangannya sendiri
ternyata tidak
kecewa level medium
lalu malam kemarin mbak yang pinjam pensil dan penghapus itu mau pinjam lagi pensil dan penghapus
ya saya bilang saya gak punya karena yang dulu dipinjam aja gak dikembalikan
kebingungan lah si mbak ini
jadinya gak pinjam, lalu bilang kalau dia lupa naruh pensil dan penghapus yang dia pinjam dulu ada dimana
terus balik lagi pinjam pulpen
yaudah saya pinjamkan. tadinya gak mau minjamin, tapi daripada dikatain pelit yaudah saya kasihkan pulpen saya (pulpen gratisan seminar)
dan sampai sekarang saya nulis ini, pulpennya belum dikembalikan
k

yang saya gak habis pikir sih apa ya, kedua mbak ini sudah bekerja dan punya penghasilan... kenapa gak beli dengan uangnya sendiri. berapa sih harga pensil pulpen dan penghapus. gak sampai 10rb kan (kecuali beli pulpen yang tinta emas haha)
Apalagi mbak yang pinjam pensil dan penghapus dan pulpen itu mahasiswa juga, kenapa gak punya barang yang seharusnya dipunya seorang pelajar(tanda tanya dan tanda seru besar)

4. Karpet matras
iya mungkin yang satu ini teledor
jd setelah selesai kuliah semester pendek saya cuci karpetnya lalu saya taruh di tempat kamar bekas dapur
katanya tempat itu mau dipake untuk anak kos baru makanya dibilang bekas dapur karena disitu dulu dapur (dapur sementara doang)
Lalu udah kan dibersihin suatu hari gak tau sama siapa
sampai anak kos baru yang nempatin kamar itu datang
beberapa hari dia udah nempatin kamar itu
kemudian pas saya bersih-bersih kamar saya ingat kalo punya karpet itu
saya cari di tempat saya naruh pas habis dicuci itu, ternyata gak ada di sana
suatu malam saya ke tempat cuci piring saya lewat di kamar anak baru itu dan saya melihat karpet saya di sana
saya mau nanyain tapi sungkan tapi akhirnya tetap saya tanyakan
ternyata iya bener itu karpet saya
si anak baru mengira kalau karpet itu dari bu kos
sedih saya
dia bilang dia kayak mau mengembalikan gitu tapi pada kenyataannya sampai sekarang gak dikembalikan
okelah tak biarkan buat digunakan dia
padahal si anak baru ini jarang banget di kos bahkan pernah seminggu gak di kos
merasa percuma saya pinjamin karpet tapi gak pernah digunakan
kesal

5. Jas hujan
anak kos lagi yang pinjam. suatu hari dia pinjam untuk pergi gak tahu kemana
saya pinjamkan. iya sih hanya jas hujan plastik biasa yang transparan dan gak ada celananya (gak tahu istilahnya jas hujan apa)
ya di sini agak berlebihan kalau mempersoalkan jas hujan butut itu
cuma ya gimana ya saya kesel aja
jadi ceritanya dia udah selesai kan pinjam jas hujannya dan suatu malam bilang kalau jas hujan itu masih ada di dia dan lupa mau mengembalikan. ya saya jawab dibawa santai aja gakusah buru-buru, yang penting dikembalikan
sampai pada kemarin sore saya melihat jas hujan saya terlampir, apa ya semacam disampirin tanpa hanger di jemuran kos yang mana naruhnya di jemuran yang rawan jatuh ke bawah (jadi tempat jemuran di lantai 2, nah jas hujannya disampirin di tempat jemuran yang kalau ada jemuran di situ terus kena angin, jemurannya jatuh di jalan depan kosan)
saya kesal kenapa ditaruh disitu begitu aja gak diurusin gak diopeni seakan-akan itu hanya seonggok plastik gak berguna (padahal jas hujannya bukan bahan plastik yg kayak plastik kresek)
yaudah tadi malam saya pungut saya lipat saya simpan di kamar
saya keselnya adalah dia bilangnya mau mengembalikan tapi kenapa ditelantarkan begituuu
mana di hari-hari sebelum saya menemukan jas hujan itu dia gak mengatakan apa-apa
saya gak tahu sih mungkin dia lupa
tapi itu bikin saya kesal sampai nulis ini

pertanyaan:

1. like where are their responsibilities? they were borrowing something from other but they never return that

2. pinjam barang dihitung sebagai hutang yang harus dikembalikan bukan sih

3. kenapa saya merasa sekesal seperti ini
apa saya gak ikhlas atau gimana

semoga barang-barang yang belum kembali segera dikembalikan

Komentar

  1. sedih aku bacanyaaaaaaaaaaa T_T ya kalau pinjam harus dikembalikan. kan ijabnya "pinjam". kalau ngga kembali ya urusan di akhirat nanti ga tau gmn deh. kecuali kalau salah satu pihak batalin ijab jadiin barang kepemilikan, ya "pinjam"nya otomatis batal heheheee. semoga yg bersangkutan segera disadarkan

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dosen Ilmu Perpustakaan dan Informasi UIN Sunan Kalijaga menjadi Pembicara Tamu di Collnet 2015 di Delhi, India

Delhi- Salah satu aspek yang diukur dalam World Class University adalah seberapa banyak tulisan para akademisi dan peneliti di sebuah kampus dikenal, diindeks dan dikutip dalam tulisan-tulisan bertaraf international. Collnet Meeting ke-16 menggelar 11 th International Conference on Webometrics, Informetrics and Scientometrics (WIS) di Institute of Economic Growth – University of Delhi, India. Para akademisi, pustakawan dan peneliti dari 26 negara (diantaranya Amerika Serikat, Jerman, Polandia, Rusia, Perancis, Iran, Indonesia, Australia, Srilangka, Jepang, Firlandia, Belanda, Kanada, Korea Selatan dan India) hadir mendiskusikan persoalan-persoalan yang berkaitan dengan perkembangan di bidang Webometrics, Informetrics, Scientometrics dan Sosial Media. Labibah Zain, Dosen Ilmu Perpustakaan dan Informasi Fakultas adab dan Ilmu Budaya UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menjadi pembicara tamu dalam acara tersebut. Dalam presentasinya yang dimoderato...

Problem

Day 1 : lazy, bored Day 2 : easy to be offended Day 3 : none Day 4 : didn't know what happen Day 5 : happy Day 6 : flat Day 7 : happy Day 8 : made mistakes Day 9 : worked hard Day 10 : happy Day 11 : happy Day 12 : was embrassing Day 13 : none Day 14 : flat Day 15 : happy Day 16 : asdfghjkl Qweertotjdbshsu I think there are some problems in myself I'm not good . mentally