Langsung ke konten utama

New Blog, New Post: Pameran Teater Eska



            Saya bingung mau  menentukan judulnya. Tidak bisa menentukan kata yang pas (hehe) karena ini memang untuk tujuan tugas. Tapi sebenarnya postingan ini tidak bisa dijadikan sebagai tugas saja, mungkin teman-teman pembaca (yang nantinya akan mampir di blog saya yang baru ini) akan mendapat sedikit informasi.

            Jadi, kami mendapat tugas dari Dosen Pengantar Ilmu Perpustakaan, Ibu Labibah Zain untuk mengunjungi perpustakaan desa atau perpustakaan daerah yang ada di Yogyakarta. Selain perpustakaan, kami juga diperintah untuk mengunjungi pameran kearsipan yang diselenggarakan oleh Teater Eska dengan tajuk E(k)skavasi di kampus kami. Harusnya sih tidak perlu menunggu perintah dari Ibu Dosen. Sebagai mahasiswa jurusan Ilmu Perpustakaan kami harus sadar bahwa kami perlu banyak informasi dan mengisi otak kita dengan pengetahuan-pengetahuan lain di luar kampus, tidak hanya melulu duduk di kelas memperhatikan materi yang disampaikan dosen (itupun kalau di kelas memperhatikan :)). Kata Ibu Labibah “Sekali-kali mbok refreshing pergi piknik kemana gitu di Yogya. Di tempat-tempat yang levelnya tinggi. Jangan hanya di mall. Menurut saya itu nggak level kalau hanya di mall. Apa yang bisa didapat disana? Pergilah ke tempat yang banyak memberi pengetahuan. Ke TBY (Taman Budaya Yogyakarta), ke perpustakaan daerah, atau nonton teater, ke museum dan lainnya. Nanti kalau misalnya ditanya ‘kamu mahasiswa Ilmu Perpustakaan, kan? pernah ke perpustakaan ini atau perpustakaan itu belum?’ dan kalian hanya menggeleng kepala (mungkin sambil tersenyum malu), kan malu-maluin! Mahasiswa Ilmu Perpustakaan kok malah belum pernah ke perpustakaan.” Begitulah kira-kira yang disampaikan beliau (yang sebenarnya kata-katanya tidak persis seperti yang saya tulis di atas).

Nah... mengenai tugas yang diberikan oleh beliau seharusnya bukan menjadi “tugas”. Tetapi karena syarat untuk mengganti absen (hehe) akhirnya beliau menjadikan tugas itu dalam bentuk “piknik” dan hasilnya disebarkan melalui media sosial seperti facebook atau blog ini.

Pada tugas ini, saya memilih untuk mengunjungi E(k)skavasi di kampus dikarenakan saya hanya harus berjalan kaki saja dari kost sampai ke kampus dan juga bisa saya lakukan di malam hari, hehe. Mungkin untuk mengunjungi perpustakaan atau tempat-tempat lain di Yogyakarta bisa saya lakukan lain waktu dan bareng teman-teman.

Jadi salah satu UKM di kampus kami bernama Teater Eska
sedang mengadakan pameran kearsipan dan pertunjukan-pertunjukan seni dari UKM yang lain dan komunitas yang lain. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis-Jumat, 12-14 November 2015. Ada tiga bagian dari kegiatan ini. Kalau hari pertama yang saya lihat di posternya, ada pembukaannya jam 15.30 WIB lalu malamnya mulai dari jam 20.00-22.30 WIB banyak pertunjukan yang ditampilkan. Ada pertunjukan musik, teater, dan juga tari. Itupun nggak hanya dari Teater Eska, tetapi dari komunitas lain salah satunya Sanggar Nuun (sampai saat ini saya ingin masuk UKM ini bagian musik, sayangnya pendaftaran dibuka tahun depan-mmm...nggak ada yang tanya kali, hehe). Tapi pada hari pertama ini saya hanya mengunjungi pameran saja. Pameran itu diadakan di underpass (tempat penyebrangan bawah tanah antara kampus barat dengan kampus timur). Sebenarnya sih waktu itu belum tahu kalau pamerannya akan diadakan di sana. Waktu itu tujuannya mau ke kampus timur saat sore hari sehabis kuliah untuk melihat seperti apa panggungnya dan dimana pamerannya, lalu ketika saya dan seorang teman saya (Ummul) akan ke kampus timur dan melewati underpass kami dikejutkan dengan berbagai tempelan poster-poster yang ada di tembok. Poster-poster itu berupa kegiatan agenda Teater Eska dari waktu ke waktu. Selain poster, ada juga di tengah-tengah digelar kain hitam dan diatasnya ada buku-buku yang sengaja diletakkan. Buku-buku itu adalah buku-buku sastra. Di “atap” underpass juga ada banyak benang-benang yang disusun sedemikian rupa untuk menggantungkan buku-buku sastra. Setelah melihat-lihat, saya dan Ummul tiba di kampus timur. Ternyata di sana masih sepi. Ya iyalah karena acara “puncak pertama”-nya itu malam hari. Akhirnya kami pulang karena hari juga sudah mulai petang. Setibanya di kost saya memutuskan untuk ke kampus lagi untuk melihat pertunjukan malamnya. Tapi sayang sekali saya malah ketiduran dan terbangun jam 22.30 WIB yang berarti acara hari pertama sudah selesai -___- padahal saya ingin sekali menonton pementasan teater dari Sanggar Nuun.

Di hari kedua, yaitu hari Jumat jam 08.00 WIB ada bedah buku .... di teatrikal perpustakaan. Saya tidak mengikuti kegiatan itu karena ada kelas Bahasa Inggris jam 07.00 WIB. Lalu saya memutuskan untuk menonton pertunjukan yang sore hari. Sebelumnya, setelah training ICT di rektorat lama, saya dan kedua teman saya (mbak Dicka dan Ai) melihat-lihat lagi apa yang dipamerkan di underpass. Mereka baru tahu kalau di sana ada pameran seperti yang saya ceritakan di atas. Sayangnya kami hanya sebentar di sana. Sebenarnya mbak Dicka dan Ai ingin menonton pertunjukan yang sore hari. Saya ajak mereka untuk menunggu sampai sore di kampus, tetapi terlalu lama. Dan singkatnya kami pulang. Saya (lagi-lagi) memutuskan untuk menonton pertunjukan yang sore hari. Tapi kenyataannya... tiba-tiba sore itu saya malas untuk bergerak ( benar-benar sifat yang buruk, ckck).

Akhirnya saya pergi ke kampus pada malam hari. Di jalan saya bertemu dengan teman saya (Ayu) yang juga kebetulan pergi ke tempat yang sama. Acara malam pada hari kedua ini adalah pertunjukan musik dan tari yang dimulai jam 19.30WIB. Malam itu saya dan Ayu ternyata datang terlalu awal. Akhirnya saya mengajak Ayu untuk ke pameran yang ada di underpass. Ternyata dia belum tahu kalau di sana ada pameran. Dan kami melihat-lihat lagi buku-buku yang dipamerkan. Saya memang sudah sekitar tiga kali di sana. Waktu itu Ayu menemukan buku yang berjudul Gus Mus yang ternyata di tulis oleh Ibu Labibah dan kawannya (Lathiful Khuluq)! Jujur selama saya berada di sana, saya baru mengetahui buku itu (hahaha, bener-bener telat nyadar!). Saya baca sinopsis di belakang buku itu, lalu saya buka daftar isinya, ternyata itu buku seperti biografi tapi ditulis oleh beberapa orang menjadi antologi. 



Setelah itu saya membaca lagi judul-judul buku yang diletakkan di kain hitam sepanjang underpass dan saya melihat sebuah buku kecil berwarna merah muda. Judulnya Addicted to Weblog. Saya ambil buku tersebut. Mikir sebentar. Sepertinya saya pernah melihat judul buku ini. Dan ketika saya melihat nama penulisnya, saya baru ingat beberapa waktu lalu saya melihat judul buku dan covernya itu disini. Penulisnya adalah Ibu Labibah dan kawan-kawannya (kalau gak salah hehehe). Lalu saya buka isi buku itu dan membaca salah satu ceritanya, judulnya. Perempuan dalam Dua Etalase. Ceritanya menarik. Saya tidak menyangka bahwa endingnya akan seperti itu. Seseorang yang kecanduan untuk selalu melihat tulisan-tulisan blog seseorang yang disukainya dengan sangat (bingung menyusun kalimatnya mau bagaimana, hehehe) yang hanya bisa “bercinta” di internet dan video call, pada suatu hari ingin ketemuan tapi salah satu tokoh (namanya Sinta) tidak datang untuk menemui tokoh yang lain. Tokoh lain itu (aku) merasa kecewa dan sedih. Saya kira ceritanya akan berakhir begitu saja. Cerita seorang lelaki yang menyukai wanita, saat ingin bertemu malah si wanita tidak menampakkan diri, dan lelaki tersebut merasa ditolak begitu saja.  Tapi, saat membaca kalimat bagian-bagian akhir saya terekejut, ternyata si tokoh ‘aku’ adalah seorang wanita juga. Jadi cerita dari cerpen itu seorang wanita yang menyukai wanita. Mengapa saya menyimpulkan bahwa si ‘aku’ adalah wanita, karena di bagian akhir tersebut ada kalimat yang mendiskripsikan bahwa si aku adalah wanita. Salah satu dari kata-kata yang ada di kalimat itu adalah kata lipstik. Hahaha. 



Sebenarnya saya ingin melnjutkan membaca cerpen-cerpen yang lainnya di buku itu, tapi saya alihkan perhatian saya pada naskah-naskah drama karya Teater Eska. Saya membaca salah satu dari naskah-naskah itu. Saya ambil yang sampulnya berwarna hitam. (saya lupa judulnya apa, beneran lupa). Isi naskah itu sangat bagus, bahasa yang dipakai juga bagus. Naskah drama itu bercerita tentang seorang yang mementingkan penampilan dan bergaya hidup hedonisme. Jujur, yang bisa saya tangkap dari inti naskah drama tersebut hanya tentang itu saja. Bahasa sastra yang berseni itu bagus. Sulit dipahami. Tapi disitulah bagusnya, pesan yang terkandung bersifat implisit.

Berbicara tentang implisit, sebelum saya menjelajah buku-buku di underpass, sebelumnya saya dan Ayu masuk ke area pameran properti milik Teater Eska. Disana ada properti-properti teater dan ada lukisan-lukisan. Ada juga foto-foto dokumentasi. Nah lukisan-lukisan yang di sana ada berbagai jenis. Ada realis dan surealisme. Lukisan-lukisan itu bagus dan mempunyai pesan tersirat.

Setelah itu jam sudah menunjukkan sekitar 20.15 WIB. Saya menuju kampus timur menuju panggung untuk menonton acara musiknya. Tapi entah kenapa saat menyimak musik yang ditampilkan saya merasa capek dan ngantuk. Sebenarnya saya ingin menonton sampai yang pertunjukan tari. Tapi karena saya tidak bisa menahannya, saya pun pulang. Selain itu ibu kost juga tidak mengizinkan untuk pulang malam di atas jam sepuluh malam.

Hari ketiga, jam 08.00WIB ada bedah buku (saya lupa judulnya T_T) di teatrikal perpustakaan. Dan selanjutnya di sore hari sampai malam ada pertunjukan musik. Tapi hari itu saya tidak datang, karena badan saya terasa lemas.

Sekarang saya bingung menyusun kata-kata penutupnya. Mungkin lain kali saya tidak akan mengunjungi acara-acara yang ada di kampus saja. Insya allah saya ingin piknik ke tempat-tempat di Yogyakarta ini bersama teman-teman untuk bisa menambah informasi dan pengalaman. Sekian cerita dari saya. Menarik atau tidak menarik itu pendapat pembaca. Thanks for reading! :)

Notes:
-saya tidak tahu apakah tugasnya berupa cerita atau artikel deskripsi yang harus ditulis. Tapi karena saya nyamannya menulis seperti ini, maka saya tulis seperti ini dan berusaha biar postingan saya tidak membosankan dan pembaca lain bisa membayangkan bagaimana suasana pada saat itu (walaupun yang saya ceritakan ini tidak banyak). Terima kasih bu Labibah telah memberikan tugas ini kepada kami :D
-maaf tidak ada dokumentasi sehingga sedikit membosankan bahwa postingan ini hanya berisi tulisan saja. Alasannya saya hanya mempunyai hape cina tanpa kartu memori hehehe. Mungkin lain kali saya akan mengedit postingan ini dengan melampirkan foto dokumentasi yang akan saya minta dari teman-teman lain jika punya :D

Komentar

  1. Keren postingannya.. (y) Kunbal ya di http://rizkiagusprayitno.blogspot.co.id

    BalasHapus
  2. Gapapa, namanya juga lagi belajar. Lama-lama pasti terbiasa dan susunan katanya pasti lebih baik lagi. Semangat menulis, sama halnya seperti kamu yang semangat menggambar!!! #tsaaahhh ciyeeeee wkwkwkwk ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha terimakasih semangatnya Ai :D pengen handal di dua-duanya. menggambar dan menulis :D

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dosen Ilmu Perpustakaan dan Informasi UIN Sunan Kalijaga menjadi Pembicara Tamu di Collnet 2015 di Delhi, India

Delhi- Salah satu aspek yang diukur dalam World Class University adalah seberapa banyak tulisan para akademisi dan peneliti di sebuah kampus dikenal, diindeks dan dikutip dalam tulisan-tulisan bertaraf international. Collnet Meeting ke-16 menggelar 11 th International Conference on Webometrics, Informetrics and Scientometrics (WIS) di Institute of Economic Growth – University of Delhi, India. Para akademisi, pustakawan dan peneliti dari 26 negara (diantaranya Amerika Serikat, Jerman, Polandia, Rusia, Perancis, Iran, Indonesia, Australia, Srilangka, Jepang, Firlandia, Belanda, Kanada, Korea Selatan dan India) hadir mendiskusikan persoalan-persoalan yang berkaitan dengan perkembangan di bidang Webometrics, Informetrics, Scientometrics dan Sosial Media. Labibah Zain, Dosen Ilmu Perpustakaan dan Informasi Fakultas adab dan Ilmu Budaya UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menjadi pembicara tamu dalam acara tersebut. Dalam presentasinya yang dimoderato...

Problem

Day 1 : lazy, bored Day 2 : easy to be offended Day 3 : none Day 4 : didn't know what happen Day 5 : happy Day 6 : flat Day 7 : happy Day 8 : made mistakes Day 9 : worked hard Day 10 : happy Day 11 : happy Day 12 : was embrassing Day 13 : none Day 14 : flat Day 15 : happy Day 16 : asdfghjkl Qweertotjdbshsu I think there are some problems in myself I'm not good . mentally