Tapi,
Berpikir positif yang melebihi dari positif itu sendiri
hampir sama tidak sih dengan kita meletakkan harapan yang tinggi? Kita berharap
semua yang akan terjadi di waktu yang akan datang akan selalu berjalan dengan
mulus.
Dulu, beberapa tahun silam, aku senang sekali membayangkan
tentang bagaimana ketika aku melakukan sesuatu hal yang (aku anggap)
menyenangkan di masa depan, dalam waktu pendek. Iya, bukan masa depan yang
jauh.
Misal, ketika aku akan berlibur dengan teman-teman ke tempat
wisata yang jauh dan menyenangkan. Dulu, sebelum aku benar-benar melakukan hal
tersebut, satu hari sebelumnya, aku selalu membayangkan betapa menyenangkan
liburan itu nantinya. Sampai aku tidak bisa tidur. Beberapa jam sebelumnya
merasa mual karena terlalu senang, juga perasaan yang berdebar-debar. Tetapi
pada saatnya, segala hal yang menyenangkan, yang aku bayangkan sebelum yang
sudah aku hadapi saat sebelum tidur, tidak berjalan semestinya.
Saat itu aku harus duduk bersama dengan orang yang tidak aku
kenal secara jauh. Teman-temanku asyik dengan teman-teman yang lainnya. Waktu
itu, aku benar-benar merasa kalau liburanku tidak akan berjalan dengan baik
sampai akhir.
Berlebihan memang. Sudah aku tulis sebelumnya di bagian
sebelumnya. Aku ini orang yang mudah berubah suasana hatinya walaupun itu
disebabkan oleh hal-hal sepele, seperti di atas.
Kalian, bahkan aku yang sekarang pun berpikir: kenapa tidak
membaur saja dengan yang lain?
Kalian tahu, dulu aku ini... baik, merasa tidak pantas saja.
Aku tahu diri, siapa diriku pada saat itu. Tidak, aku tidak akan membahasnya
lebih jauh.
Setelah kejadian itu, aku tidak ingin lagi berpikir terlalu
positif (yang aku sebut juga berharap pada hal-hal yang bagus) tentang apa yang
akan aku hadapi di waktu selanjutnya. Aku harus memahami diriku sendiri
terlebih dahulu.
Tentang...
Bagaimana aku harus bersikap positif sebagaimana mestinya,
Bagaimana aku harus mengubah diriku menjadi orang yang tahan
banting,
Bagaimana aku harus menjadi orang yang tidak terlalu sensitif...
---
“Taehyung, apa yang sedang kau ketik?”
Yang disebut namanya langsung menutup layar laptopnya dengan
cepat. “Tidak ada.”
![]() |
| ini mah bukan lagi ngetik, tapi lagi nonton the Lion King |

What? Apa ini? Kamu mau buat teori cem bighit heh?
BalasHapusOohhh apa ini bagian dari teori ceritamu yang di wattpad?
Aku pikir.. aku pikir... ini ceritamu? Tapi kok plot twistnya, atau itu beda?
Ngomong apa sih aku... au deh. Sok tau banget #dilemparkepelukanjimin
#modengerusuhblogorang
Annyeoooooonggggg... sampai ketemu lagi :*
Bukan teori bukan juga buat ffku yg ituππ jangan terlalu dalam mikirnya aiππ
HapusIni latihan nulis(?) dan pas aku baca lagi ternyata masih banyak yg belepotan, soalnya gak aku edit sebelum aku postingππ
Mau banget ya dilempar ke pelukan jimin?ππ
Ok see u later