Langsung ke konten utama

What is this? -2

Tapi,

Berpikir positif yang melebihi dari positif itu sendiri hampir sama tidak sih dengan kita meletakkan harapan yang tinggi? Kita berharap semua yang akan terjadi di waktu yang akan datang akan selalu berjalan dengan mulus.

Dulu, beberapa tahun silam, aku senang sekali membayangkan tentang bagaimana ketika aku melakukan sesuatu hal yang (aku anggap) menyenangkan di masa depan, dalam waktu pendek. Iya, bukan masa depan yang jauh.

Misal, ketika aku akan berlibur dengan teman-teman ke tempat wisata yang jauh dan menyenangkan. Dulu, sebelum aku benar-benar melakukan hal tersebut, satu hari sebelumnya, aku selalu membayangkan betapa menyenangkan liburan itu nantinya. Sampai aku tidak bisa tidur. Beberapa jam sebelumnya merasa mual karena terlalu senang, juga perasaan yang berdebar-debar. Tetapi pada saatnya, segala hal yang menyenangkan, yang aku bayangkan sebelum yang sudah aku hadapi saat sebelum tidur, tidak berjalan semestinya.

Saat itu aku harus duduk bersama dengan orang yang tidak aku kenal secara jauh. Teman-temanku asyik dengan teman-teman yang lainnya. Waktu itu, aku benar-benar merasa kalau liburanku tidak akan berjalan dengan baik sampai akhir.

Berlebihan memang. Sudah aku tulis sebelumnya di bagian sebelumnya. Aku ini orang yang mudah berubah suasana hatinya walaupun itu disebabkan oleh hal-hal sepele, seperti di atas.

Kalian, bahkan aku yang sekarang pun berpikir: kenapa tidak membaur saja dengan yang lain?
Kalian tahu, dulu aku ini... baik, merasa tidak pantas saja. Aku tahu diri, siapa diriku pada saat itu. Tidak, aku tidak akan membahasnya lebih jauh.

Setelah kejadian itu, aku tidak ingin lagi berpikir terlalu positif (yang aku sebut juga berharap pada hal-hal yang bagus) tentang apa yang akan aku hadapi di waktu selanjutnya. Aku harus memahami diriku sendiri terlebih dahulu.

Tentang...
Bagaimana aku harus bersikap positif sebagaimana mestinya,
Bagaimana aku harus mengubah diriku menjadi orang yang tahan banting,
Bagaimana aku harus menjadi orang yang tidak terlalu sensitif...

---

“Taehyung, apa yang sedang kau ketik?”
Yang disebut namanya langsung menutup layar laptopnya dengan cepat. “Tidak ada.”

ini mah bukan lagi ngetik, tapi lagi nonton the Lion King

Komentar

  1. What? Apa ini? Kamu mau buat teori cem bighit heh?
    Oohhh apa ini bagian dari teori ceritamu yang di wattpad?
    Aku pikir.. aku pikir... ini ceritamu? Tapi kok plot twistnya, atau itu beda?

    Ngomong apa sih aku... au deh. Sok tau banget #dilemparkepelukanjimin

    #modengerusuhblogorang

    Annyeoooooonggggg... sampai ketemu lagi :*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bukan teori bukan juga buat ffku yg ituπŸ˜‚πŸ˜‚ jangan terlalu dalam mikirnya aiπŸ˜‚πŸ˜‚

      Ini latihan nulis(?) dan pas aku baca lagi ternyata masih banyak yg belepotan, soalnya gak aku edit sebelum aku postingπŸ˜‚πŸ˜‚

      Mau banget ya dilempar ke pelukan jimin?πŸ˜‚πŸ˜‚

      Ok see u later

      Hapus

Posting Komentar